Berpikir Komputational Pada Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial

Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) tahun 2025 mulai diajarkan dan dibelajarkan pada siswa. Mata Pelajaran KKA diajarkan dan dibelajarkan pada siswa memiliki tujuan terwujudnya siswa yang dapat memliki kompetensi 4C (Critical Thinking, Creativy, Comunication, Collaboration). Membelajarkan mata pelajaran Koding dan KA, jika dikaitkan dengan standar kompensi lulusan diharapkan mampu mendukung terwujudnya siswa yang memiliki Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Kewargaan (Citizenship), Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, Komunikasi. Untuk mencapai hal tersebut maka pemerintah merumuskan capaian pembelajaran setiap fase tiap jenjang satuan Pendidikan. Berikut ini merupakan capaian pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik jenjang sekolah dasar(SD) fase C yaitu kelas 5 dan kelas yang merujuk pada naskah akademik dan panduan mata Pelajaran KKA.

Capaian Pembelajaran Fase C

Pada topik ini kita berpokus pada Elemen Berpikir Komputational. Berpikir komputional atau Computational Thinking (CT) adalah sebuah cara berpikir yang sistematis dan logis yang berakar dari disiplin ilmu komputer, tetapi melampaui batasannya dan menjadi kerangka berpikir yang dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari.

Berpikir komputational memiliki komponen meliputi :

  • Dekomposisi (Pemecahan Masalah),

Dekomposisi adalah proses memecah masalah besar atau kompleks menjadi bagianbagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Ini membantu kita untuk fokus pada setiap bagian masalah secara terpisah, sehingga bisa lebih mudah dicari solusi untuk masing-masing bagian tersebut.

  • Abstraction (Abstraksi),

Abstraksi adalah proses menyaring detail yang tidak perlu dan fokus pada informasi penting yang relevan dengan masalah.

  • Pattern Recognition,

Setelah masalah dipecah menjadi bagian-bagian lebih kecil, langkah selanjutnya adalah mencari pola atau kesamaan di antara bagian-bagian tersebut. Dengan mengenali pola-pola yang ada, kita bisa menemukan solusi yang lebih efisien atau menemukan cara untuk mengatasi masalah serupa di masa depan.

  • Algorithm Design

Algoritma adalah langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah. Dalam konteks computational thinking, setelah Anda memecah masalah, menemukan pola, dan menyaring informasi yang relevan, Anda perlu merancang algoritma untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara yang paling efisien.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *